Jumat, 02 November 2012


1.      Perilaku manusia terhadap bawaan
Pembawaan adalah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan – kesanggupan yang terdapat pada suatu individu dan yang selama perkembangannya benar-benar dapat di wujudkan. Demikianlah kita dapat mengatakan bahwa anak atau manusia itu sejak di lahirkan telah mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan potensi untuk berkata-kata dan lain-lain. Potensi –potensi yang ada pada anak itu tentu saja tidak dapat di wujudkan begitu saja. Akan tetapi butuh latihan – latihan dalam masa perkembangannya agar tiap – tiap potensi mempunyai kematangannya masing – masing.
Pembawaan atau bakat, terkandung dalam sel-benih ( kiem-cel), yaitu keseluruhan kemungkinan-kemungkinan yang di tentukan oleh keturunan, itulah hubungan antara pembawaan dengan keturunan, dan dalam arti terbatas kita menamakannya dengan pembawaan ( aanleg).

A.    Beberapa macam pembawaan dan pengaruh keturunan
Perlu pula kiranya disini kita singgung sedikit beberapa macam pembawaan sebagai berikut:
1.      Pembawaan jenis
Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis, yaitu jenis manusia. Bentuk badannya, anggota-anggota tubuhnya, intelegensinya, ingatannya dan sebagainya semua itu menunjukan cirri-cirri yang khas, dan berbeda dengan jenis-jenis makhluk lain.
2.      Pembawaan ras
Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang juga termasuk pembawaan keturunan, yaitu pembawaan keturunan mengenai ras. Seperti ras Indo Jerman, ras Mongolia, ras Negro dan lain-lain. Masing-msing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain.
3.      Pembawaan jenis kelamin
Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing :
Dan tiap-tiap orang mempunyai pembawaan perseorangan yang berlain-lainan yang dalam pertumbuhannya lebih di tentukan oleh pembawaan keturunan antara lain :
1.         Konstitusi tubuh
2.         Cara bekerja alat-alat indera
3.         Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar
4.         Tipe-tipe perhatian, intelegensi Qosien ( IQ), serta tipe-tipe intelegensi.
5.         Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas.
6.         Tempo dan ritme perkembangan

2.      Perilaku manusia terhadap lingkungan ( ENVIRONMENT )
Lingkungan sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Lingkungan adalah keluarga yang mengasuh dan membesarkan anak, sekolah tempat mendidik, masyarakat tempat anak bergaul juga bermain sehari-hari dan keadaan sekitar dengan iklimnya, flora dan faunanya.
Besar kecilnya pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangannya bergantung pada keadaan lingkungan anak itu sendiri serta jasmani dan rohaninya.
a.      Keluarga
Keluarga, tempat anak diasuh dan dibesarkan, berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangannya, terutama keadaan ekonomi rumah tangga serta tingkat kemampuan orangtua dalam merawat yang sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan jasmani anak. Sementara tingkat pendidikan orang tua juga besar pengaruhnya terhadap perkembangan rohaniah anak, terutama kepribadian dan kemajuan pendidikannya.
b.      Sekolah
Sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama untuk kecerdasannya. Anak yang tidak pernah sekolah akan tertinggal dalam berbagai hal. Sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak, karena di sekolah mereka dapat belajar bermacam-macam ilmu pengetahuan. Tinggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolahnya turut menentukan pola pikir serta kepribadian anak.
Anak yang memasuki sekolah guru berbeda kepribadiannya dengan anak yang masuk STM. Demikian pula yang tamat dari sekolah tinggi akan berbeda pola pikirnya dengan orang yang tidak bersekolah.
c.       Masyarakat
Masyarakat adalah lingkungan tempat tinggal anak. Mereka juga termasuk teman-teman anak di luar sekolah. Kondisi orang-orang di lingkungan desa atau kota tempat tinggal  anak juga turut mempengaruhi perkembangan jiwanya.
d.      Keadaan Alam sekitar
Kedaan alam sekitar tempat tinggal anak juga berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Alam tempat tinggal manusia memiliki bentuk yang berbeda, seperti pegunungan, dataran rendah dan daerah pantai. Keadaan alam sekitar adalah lokasi tempat anak bertempat tinggal. Sebagai contoh, anak yang tinggal di daerah pegunungan akan cenderung bersifat lebih keras daripada anak yang tinggal di daerah pantai, anak yang tinggal di daerah dingin akan berbeda dengan anak yang tinggal di daerah panas. Perbedaan di atas adalah akibat pengaruh keadan alam yang berbeda. Keadaan alam yang berbeda akan berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir atau kejiwaan anak.

Adapun cara individu itu berhubungan dengan lingkungannya menurut woodworth, dapat dibedakan menjadi empat macam :
  1. Individu bertentangan dengan lingkungannya,
  2. Individu menggunakan lingkungannya
  3. Individu berpartisipasi dengan lingkungannya
  4. Individu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Sebenarnya keempat macam cara hubungan individu dengan lingkungannya itu dapat kita rangkumkan menjadi satu saja, yakni bahwa individu itu senantiasa berusaha untuk “ menyesuaikan diri” ( dalam arti luas ) dengan lingkungannnya.
Dalam arti yang luas menyesuaikan diri itu berarti :
1)         Mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan  ( penyesuaian autoplastis )
2)         Mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan ( keinginan ) diri ( penyesuaian diri autoplastis).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar